Monday, July 20, 2020

Menyadari Napas

Saya mau singkat saja menulis tentang napas. Ada apa dengan napas? Tanpa napas, gak ada apa-apa. Intinya inti dari kehidupan adalah napas. Gak perlu panjang lebar bicara tentang rasa dan pencapaian yang menjulang. Tanpa napas, sekali lagi, tidak ada cerita apapun. Tidak ada perbuatan baik dan perbuatan tercela. Tidak ada pintar dan bodoh. Tidak ada kaya dan miskin. Dan sebagainya.


menyadari napas


Napas dari Tuhan. Modal terbesar yang diberikan Tuhan untuk kehidupan. Jadi wajar jika ada kalimat dalam bahasa Arab, Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah. Kita bisa berbuat apa-apa, ya karena masih ada napas itu. Setinggi apapun pencapaian kita, sehebat apapun kepintaran kita, itu semua nothing tanpa adanya napas. Kita tak mungkin bisa beramal baik, bersedekah, beribadah tanpa napas. Jadi, modal terbesar sudah diberikan Tuhan sebelum kita melakukan amal dan ikhtiar-ikhtiar. Pantaskah karena itu kita merasa hebat?

Menarik napas dan menghembuskan napas. Jika napas dari Tuhan maka kembali juga kepada Tuhan. Dari keluar masuknya napas kita harus memahami sangkan paraning dumadi.

Sementara ini dulu. InsyaAllah dilanjutkan kapan-kapan :)

No comments:

Post a Comment